<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="podbean/5.5" -->
<rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
     xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
     xmlns:spotify="http://www.spotify.com/ns/rss"
     xmlns:podcast="https://podcastindex.org/namespace/1.0"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

<channel>
    <title>Gospel in Life dalam Bahasa Indonesia</title>
    <atom:link href="https://feed.podbean.com/ginl-indonesian/feed.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/>
    <link>https://ginl-indonesian.podbean.com</link>
    <description><![CDATA[<p>Khotbah-khotbah dalam podcast ini disampaikan oleh Timothy J. Keller (1950–2023), pendeta pendiri Gereja Presbiterian Redeemer di Kota New York, salah satu pendiri Redeemer City to City, serta penulis berbagai buku, termasuk "Rasio Bagi Allah," "Allah yang Mahapemurah," "Allah yang Masuk Akal," dan "Makna Pernikahan." Tiga puluh satu bukunya telah terjual lebih dari enam juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam dua puluh sembilan bahasa.</p>
<p>Untuk khotbah dan sumber daya lainnya, kunjungi <span><span><a target="_blank" href="http://www.gospelinlife.com" rel="noreferrer noopener">www.gospelinlife.com</a></span></span>.</p>]]></description>
    <pubDate>Wed, 28 Oct 2026 06:00:00 +0400</pubDate>
    <generator>https://podbean.com/?v=5.5</generator>
    <language>id</language>
        <copyright>Copyright 2026, Gospel in Life and Redeemer City to City</copyright>
    <category>Religion &amp; Spirituality:Christianity</category>
    <ttl>1440</ttl>
    <itunes:type>episodic</itunes:type>
          <itunes:summary></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
	<itunes:category text="Religion &amp; Spirituality">
		<itunes:category text="Christianity" />
	</itunes:category>
    <itunes:owner>
        <itunes:name>Tim Keller</itunes:name>
            </itunes:owner>
    	<itunes:block>No</itunes:block>
	<itunes:explicit>false</itunes:explicit>
    <itunes:image href="https://pbcdn1.podbean.com/imglogo/image-logo/22674178/GinL-Indonesian2.jpg" />
    <image>
        <url>https://pbcdn1.podbean.com/imglogo/image-logo/22674178/GinL-Indonesian2.jpg</url>
        <title>Gospel in Life dalam Bahasa Indonesia</title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com</link>
        <width>144</width>
        <height>144</height>
    </image>
    <item>
        <title>Inti Injil</title>
        <itunes:title>Inti Injil</itunes:title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/inti-injil/</link>
                    <comments>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/inti-injil/#comments</comments>        <pubDate>Wed, 28 Oct 2026 06:00:00 +0400</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">ginl-indonesian.podbean.com/1af119b5-440a-30ee-928a-42ceb43af231</guid>
                                    <description><![CDATA[<p>Dalam kisah yang Paulus ceritakan tentang kunjungan Petrus ke Antiokhia, kita melihat bagaimana Injil bekerja.</p>
<p>Injil adalah Yesus Kristus tanpa tambahan apa pun. Tetapi ketika Petrus datang ke Antiokhia, meskipun ia memahami Injil, ia tidak berjalan sesuai dengan Injil itu. Jadi Paulus menentang Petrus karena rasismenya. Dan ketika Paulus menentang rasisme Petrus, ia menggunakan sebuah prinsip.</p>
<p>Mari kita lihat 1) prinsip radikal itu sendiri, 2) bagaimana Paulus menerapkannya pada kasus tertentu ini, dan 3) bagaimana hal ini berlaku di seluruh aspek hidup kita.

</p>
]]></description>
                                                            <content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kisah yang Paulus ceritakan tentang kunjungan Petrus ke Antiokhia, kita melihat bagaimana Injil bekerja.</p>
<p>Injil adalah Yesus Kristus tanpa tambahan apa pun. Tetapi ketika Petrus datang ke Antiokhia, meskipun ia memahami Injil, ia tidak berjalan sesuai dengan Injil itu. Jadi Paulus menentang Petrus karena rasismenya. Dan ketika Paulus menentang rasisme Petrus, ia menggunakan sebuah prinsip.</p>
<p>Mari kita lihat 1) prinsip radikal itu sendiri, 2) bagaimana Paulus menerapkannya pada kasus tertentu ini, dan 3) bagaimana hal ini berlaku di seluruh aspek hidup kita.<br>
<br>
</p>
]]></content:encoded>
                                    
        <enclosure url="https://mcdn.podbean.com/mf/web/i5bxyetxcgt493q2/RS288-07TK-IND-1997-the_heart_of_the_gospel.mp3" length="55235469" type="audio/mpeg"/>
        <itunes:summary><![CDATA[Dalam kisah yang Paulus ceritakan tentang kunjungan Petrus ke Antiokhia, kita melihat bagaimana Injil bekerja.
Injil adalah Yesus Kristus tanpa tambahan apa pun. Tetapi ketika Petrus datang ke Antiokhia, meskipun ia memahami Injil, ia tidak berjalan sesuai dengan Injil itu. Jadi Paulus menentang Petrus karena rasismenya. Dan ketika Paulus menentang rasisme Petrus, ia menggunakan sebuah prinsip.
Mari kita lihat 1) prinsip radikal itu sendiri, 2) bagaimana Paulus menerapkannya pada kasus tertentu ini, dan 3) bagaimana hal ini berlaku di seluruh aspek hidup kita.]]></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
        <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
        <itunes:block>No</itunes:block>
        <itunes:duration>2290</itunes:duration>
                <itunes:episode>7</itunes:episode>
        <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
            </item>
    <item>
        <title>Pentingnya Injil</title>
        <itunes:title>Pentingnya Injil</itunes:title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/pentingnya-injil/</link>
                    <comments>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/pentingnya-injil/#comments</comments>        <pubDate>Wed, 21 Oct 2026 06:00:00 +0400</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">ginl-indonesian.podbean.com/84bbeda8-c3ff-3c73-b17a-26028778b916</guid>
                                    <description><![CDATA[]]></description>
                                                            <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
                                    
        <enclosure url="https://mcdn.podbean.com/mf/web/7rhtpvvxgdu6mmvs/RS288-06TK-IND-1997-the_centrality_of_the_gospel.mp3" length="70912700" type="audio/mpeg"/>
        <itunes:summary><![CDATA[]]></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
        <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
        <itunes:block>No</itunes:block>
        <itunes:duration>2943</itunes:duration>
                <itunes:episode>6</itunes:episode>
        <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
            </item>
    <item>
        <title>Persekutuan Injil</title>
        <itunes:title>Persekutuan Injil</itunes:title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/persekutuan-injil/</link>
                    <comments>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/persekutuan-injil/#comments</comments>        <pubDate>Wed, 14 Oct 2026 22:39:22 +0400</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">ginl-indonesian.podbean.com/71b5d0e6-70fb-34c0-b487-303c0cd89383</guid>
                                    <description><![CDATA[]]></description>
                                                            <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
                                    
        <enclosure url="https://mcdn.podbean.com/mf/web/54xfrb3ygz983aq6/RS288-05TK-IND-1997-the_fellowship_of_the_gospel.mp3" length="62786947" type="audio/mpeg"/>
        <itunes:summary><![CDATA[]]></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
        <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
        <itunes:block>No</itunes:block>
        <itunes:duration>2605</itunes:duration>
                <itunes:episode>5</itunes:episode>
        <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
            </item>
    <item>
        <title>Mengapa Mereka Memuliakan Allah</title>
        <itunes:title>Mengapa Mereka Memuliakan Allah</itunes:title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/mengapa-mereka-memuliakan-allah/</link>
                    <comments>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/mengapa-mereka-memuliakan-allah/#comments</comments>        <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 06:00:00 +0400</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">ginl-indonesian.podbean.com/03668a1e-73c2-32a4-8611-a9c99a238ec1</guid>
                                    <description><![CDATA[]]></description>
                                                            <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
                                    
        <enclosure url="https://mcdn.podbean.com/mf/web/cccz549k5u8ussnw/RS288-04TK-IND-1997-why_they_glorified_god.mp3" length="73998493" type="audio/mpeg"/>
        <itunes:summary><![CDATA[]]></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
        <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
        <itunes:block>No</itunes:block>
        <itunes:duration>3072</itunes:duration>
                <itunes:episode>4</itunes:episode>
        <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
            </item>
    <item>
        <title>Kontroversi</title>
        <itunes:title>Kontroversi</itunes:title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/kontroversi/</link>
                    <comments>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/kontroversi/#comments</comments>        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 18:32:00 +0400</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">ginl-indonesian.podbean.com/d44c2477-1b39-3dee-87dc-89c5164545a0</guid>
                                    <description><![CDATA[<p>Saya terus-menerus bertemu orang yang tidak mau ada urusan lagi dengan kekristenan karena sebuah pengalaman di gereja, ketika sebuah kontroversi tentang keyakinan terjadi dengan cara yang melukai. Ini masalah besar. Dan pada akhirnya kita semua akan menghadapi kontroversi.</p>
<p>Dalam Galatia 1, Paulus sedang berada di tengah sebuah kontroversi besar. Tetapi justru sementara ia ada di dalamnya, ia mengajar kita banyak hal tentangnya. Ia mengajar kita bagaimana menjalani kontroversi tentang keyakinan di dalam gereja.</p>
<p>Dalam perikop ini, Paulus menunjukkan kepada kita 1) perlunya kontroversi, 2) cara menjalankan kontroversi, dan 3) pemulihan dari kontroversi.
</p>
]]></description>
                                                            <content:encoded><![CDATA[<p>Saya terus-menerus bertemu orang yang tidak mau ada urusan lagi dengan kekristenan karena sebuah pengalaman di gereja, ketika sebuah kontroversi tentang keyakinan terjadi dengan cara yang melukai. Ini masalah besar. Dan pada akhirnya kita semua akan menghadapi kontroversi.</p>
<p>Dalam Galatia 1, Paulus sedang berada di tengah sebuah kontroversi besar. Tetapi justru sementara ia ada di dalamnya, ia mengajar kita banyak hal tentangnya. Ia mengajar kita bagaimana menjalani kontroversi tentang keyakinan di dalam gereja.</p>
<p>Dalam perikop ini, Paulus menunjukkan kepada kita 1) perlunya kontroversi, 2) cara menjalankan kontroversi, dan 3) pemulihan dari kontroversi.<br>
</p>
]]></content:encoded>
                                    
        <enclosure url="https://mcdn.podbean.com/mf/web/ucgi2p2y5z6jkjxs/RS288-03TK-IND-1997-controversy.mp3" length="72743361" type="audio/mpeg"/>
        <itunes:summary><![CDATA[Saya terus-menerus bertemu orang yang tidak mau ada urusan lagi dengan kekristenan karena sebuah pengalaman di gereja, ketika sebuah kontroversi tentang keyakinan terjadi dengan cara yang melukai. Ini masalah besar. Dan pada akhirnya kita semua akan menghadapi kontroversi.
Dalam Galatia 1, Paulus sedang berada di tengah sebuah kontroversi besar. Tetapi justru sementara ia ada di dalamnya, ia mengajar kita banyak hal tentangnya. Ia mengajar kita bagaimana menjalani kontroversi tentang keyakinan di dalam gereja.
Dalam perikop ini, Paulus menunjukkan kepada kita 1) perlunya kontroversi, 2) cara menjalankan kontroversi, dan 3) pemulihan dari kontroversi.]]></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
        <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
        <itunes:block>No</itunes:block>
        <itunes:duration>3020</itunes:duration>
                <itunes:episode>3</itunes:episode>
        <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
            </item>
    <item>
        <title>Tidak Ada Injil Lain</title>
        <itunes:title>Tidak Ada Injil Lain</itunes:title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/tidak-ada-injil-lain/</link>
                    <comments>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/tidak-ada-injil-lain/#comments</comments>        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 18:31:00 +0400</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">ginl-indonesian.podbean.com/bcdb28c7-2a77-301c-a814-26922b48b59c</guid>
                                    <description><![CDATA[<p>Pada pembukaan surat-surat kuno dan Yunani, selalu ada ucapan syukur—sebuah “Aku bersyukur kepada Allah karena kamu,” atau “Aku berterima kasih untuk hal ini.” Tetapi tidak di sini. Tidak ada sepatah kata ucapan syukur pun di mana pun dalam Galatia.</p>
<p>Paulus langsung melompat masuk. Tidak ada basa-basi—langsung pokoknya. Paulus menyebut kata Injil lima kali hanya dalam beberapa ayat. Jelas, dari bahasanya yang ekstrem, Paulus menganggap inilah hal terpenting di alam semesta: memahami Injil, menangkapnya, memilikinya di dalam hidupmu.</p>
<p>Sambil mengingatkan jemaat Galatia siapa mereka dan bagaimana mereka menjadi orang Kristen, Paulus memberikan serangkaian ujian yang dengannya Anda dapat bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku tahu apa Injil itu?” Jika Injil ada di dalam hidup Anda: 1) telah terjadi sebuah campur tangan, 2) ada penerangan, 3) ada drama, dan 4) Yesus telah menjadi pribadi bagi Anda.
</p>
]]></description>
                                                            <content:encoded><![CDATA[<p>Pada pembukaan surat-surat kuno dan Yunani, selalu ada ucapan syukur—sebuah “Aku bersyukur kepada Allah karena kamu,” atau “Aku berterima kasih untuk hal ini.” Tetapi tidak di sini. Tidak ada sepatah kata ucapan syukur pun di mana pun dalam Galatia.</p>
<p>Paulus langsung melompat masuk. Tidak ada basa-basi—langsung pokoknya. Paulus menyebut kata Injil lima kali hanya dalam beberapa ayat. Jelas, dari bahasanya yang ekstrem, Paulus menganggap inilah hal terpenting di alam semesta: memahami Injil, menangkapnya, memilikinya di dalam hidupmu.</p>
<p>Sambil mengingatkan jemaat Galatia siapa mereka dan bagaimana mereka menjadi orang Kristen, Paulus memberikan serangkaian ujian yang dengannya Anda dapat bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku tahu apa Injil itu?” Jika Injil ada di dalam hidup Anda: 1) telah terjadi sebuah campur tangan, 2) ada penerangan, 3) ada drama, dan 4) Yesus telah menjadi pribadi bagi Anda.<br>
</p>
]]></content:encoded>
                                    
        <enclosure url="https://mcdn.podbean.com/mf/web/ny5gxpcjfkpbrwze/RS288-02TK-IND-1997-no_other_gospel.mp3" length="59839707" type="audio/mpeg"/>
        <itunes:summary><![CDATA[Pada pembukaan surat-surat kuno dan Yunani, selalu ada ucapan syukur—sebuah “Aku bersyukur kepada Allah karena kamu,” atau “Aku berterima kasih untuk hal ini.” Tetapi tidak di sini. Tidak ada sepatah kata ucapan syukur pun di mana pun dalam Galatia.
Paulus langsung melompat masuk. Tidak ada basa-basi—langsung pokoknya. Paulus menyebut kata Injil lima kali hanya dalam beberapa ayat. Jelas, dari bahasanya yang ekstrem, Paulus menganggap inilah hal terpenting di alam semesta: memahami Injil, menangkapnya, memilikinya di dalam hidupmu.
Sambil mengingatkan jemaat Galatia siapa mereka dan bagaimana mereka menjadi orang Kristen, Paulus memberikan serangkaian ujian yang dengannya Anda dapat bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku tahu apa Injil itu?” Jika Injil ada di dalam hidup Anda: 1) telah terjadi sebuah campur tangan, 2) ada penerangan, 3) ada drama, dan 4) Yesus telah menjadi pribadi bagi Anda.]]></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
        <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
        <itunes:block>No</itunes:block>
        <itunes:duration>2482</itunes:duration>
                <itunes:episode>2</itunes:episode>
        <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
            </item>
    <item>
        <title>Penyelamatan</title>
        <itunes:title>Penyelamatan</itunes:title>
        <link>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/penyelamatan/</link>
                    <comments>https://ginl-indonesian.podbean.com/e/penyelamatan/#comments</comments>        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 18:30:00 +0400</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">ginl-indonesian.podbean.com/80697640-6648-3a3c-aa09-353c2578998a</guid>
                                    <description><![CDATA[<p>Pokok kitab Galatia ialah: Anda mengira Anda sudah mengenal Injil—padahal belum.</p>
<p>Surat-surat kuno memiliki salam pembuka, yang merupakan cara untuk mengatakan, “Aku membawa salam. Aku datang dengan damai.” Dan lima ayat pertama Galatia adalah salam pembuka terpanjang dari semua surat Paulus, karena ada intensitas yang begitu membara di dalam jiwanya sehingga ia mulai mencurahkan pesannya ke dalam salam pembuka itu. Dengan kata lain, hampir semua yang Paulus katakan kemudian, ia katakan di sini. Ia menjejalkan seluruh Injil ke dalam salam pembukanya.</p>
<p>Ada tiga hal yang segera Paulus sampaikan: 1) pentingnya doktrin, 2) pentingnya otoritas yang benar, dan 3) pentingnya prakarsa Allah.
</p>
]]></description>
                                                            <content:encoded><![CDATA[<p>Pokok kitab Galatia ialah: Anda mengira Anda sudah mengenal Injil—padahal belum.</p>
<p>Surat-surat kuno memiliki salam pembuka, yang merupakan cara untuk mengatakan, “Aku membawa salam. Aku datang dengan damai.” Dan lima ayat pertama Galatia adalah salam pembuka terpanjang dari semua surat Paulus, karena ada intensitas yang begitu membara di dalam jiwanya sehingga ia mulai mencurahkan pesannya ke dalam salam pembuka itu. Dengan kata lain, hampir semua yang Paulus katakan kemudian, ia katakan di sini. Ia menjejalkan seluruh Injil ke dalam salam pembukanya.</p>
<p>Ada tiga hal yang segera Paulus sampaikan: 1) pentingnya doktrin, 2) pentingnya otoritas yang benar, dan 3) pentingnya prakarsa Allah.<br>
</p>
]]></content:encoded>
                                    
        <enclosure url="https://mcdn.podbean.com/mf/web/yhbqdvgbvtgx38wc/RS288-01TK-IND-1997-the_rescue.mp3" length="64525448" type="audio/mpeg"/>
        <itunes:summary><![CDATA[Pokok kitab Galatia ialah: Anda mengira Anda sudah mengenal Injil—padahal belum.
Surat-surat kuno memiliki salam pembuka, yang merupakan cara untuk mengatakan, “Aku membawa salam. Aku datang dengan damai.” Dan lima ayat pertama Galatia adalah salam pembuka terpanjang dari semua surat Paulus, karena ada intensitas yang begitu membara di dalam jiwanya sehingga ia mulai mencurahkan pesannya ke dalam salam pembuka itu. Dengan kata lain, hampir semua yang Paulus katakan kemudian, ia katakan di sini. Ia menjejalkan seluruh Injil ke dalam salam pembukanya.
Ada tiga hal yang segera Paulus sampaikan: 1) pentingnya doktrin, 2) pentingnya otoritas yang benar, dan 3) pentingnya prakarsa Allah.]]></itunes:summary>
        <itunes:author>Tim Keller</itunes:author>
        <itunes:explicit>false</itunes:explicit>
        <itunes:block>No</itunes:block>
        <itunes:duration>2677</itunes:duration>
                <itunes:episode>1</itunes:episode>
        <itunes:episodeType>full</itunes:episodeType>
            </item>
</channel>
</rss>
